Sunday, April 20, 2014

I'll be MOVE ON

   Pagi ini ku mulai hariku dengan semangat dan rencana baru,

aku tak ingin lagi mengungki-ungkit kisah lamaku

aku ingin beranjak memulai kehidupan baruku.


Kakiku mulai terasa lelah,jika hanya untuk tetap berdiri disekitar kenangan masa lalu

aku harus memaksakan langkah kakiku, dan nampaknya kakiku harus maju melebarkan langkahnya.

memijakkan telapaknya di lini waktu yang berbeda, ditempat yang lebih baik,dan bersama orang-orang yang mungkin lebih baik pula :)

Saturday, February 15, 2014

Random post.!!

  Halo lelaki indah yang selalu berhasil menyita waktuku, kamu tau? kamu sudah menjadi candu ku :)
Merindukan kamu sudah menjadi kebiasaanku, bukan baru-baru ini saja, ketika kamu masih menjadi milikku dulu,aku juga sering merasakan hal yang sama me-"RINDU"-kan kamu, hehehee..
Baru kemarin rasanya kita berpisah ya? namun sepertinya kamu sudah terlihat tak memikirkan ku lagi ,jika aku berbicara tentang rindu,kamu selalu berkata "kamu pasti dapatkan yang lebih baik daripada aku".


Sudahlah,lupakan saja tentang rinduku yang tak terbalas itu..
sekarang aku semakin bingung dengan diriku sendiri.. aku susah mendeskripsikan tentang perasaanku, aku juga susah menerka apa yang sebenarnya aku mau.
Kembali padamu? sudah kita coba, namun mengapa tetap tak bisa? kita sudah seperti dua kutub magnet yang sama, sudah tidak bisa menyatu .



 Mencari penggantimu? aku sudah coba lakukan itu, begitu juga kamu! iya bukan? kita sudah mencoba untuk saling menggantikan posisi kamu dan aku diantara satu sama lain.
Tapi mengapa,tetap tak bisa? aku selalu tak merasa nyaman dengan orang-orang baru itu, aku tak bisa melepas bayangmu yang sudah terlanjur aku peluk erat-erat..
Aku selalu tak bisa belajar mencintai lagi, sudah terlanjur aku menjatuhkan hatiku dihatimu, mungkin karena terlalu dalam aku jatuhkan hatiku itu, hingga aku sulit untuk menggapainya kembali .



Monday, January 20, 2014

Cintaku enggan menepukkan kedua tangannya

Ntah apa yg kurasakan saat ini

rasa yg tiba tiba menghampiriku tanpa ku sadari …

Dengan bayanganya yg selalu menghampiri ku setiap saat …

Dengan rasa yg tanpa aku ketahui …

Rasa ini semakin menjadi puing puing,dengan kepastian rasa yg kurasakan …

Tak mampu aku pendam lama lama

kata hatiku menjadi puisi ..

Hanya ingin memastikanya apa dia jatuh cinta padaku apa tidak ..

Namun cinta ku rasa hanya seperti angin berlalu ..

Cinta yg begitu dalam kurasakan,sehingga aku menjadi pupus untuk merasakan semua cinta yg begitu pahit ..

Saat jatuh cinta padanya,seakan gerak gerik ku menjadi kemayu,perlahan lahan malu untuk menatapnya

Detak jantungku bergejolak bersenandung

Tak tau apa yang kurasa dalam hati

Kucoba kuturuti kata hati ini

Aku mulai beranjak menurutinya

Tak peduli kuterjang rimbunan halangan

Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya

Namun apa daya

Saat ku ungkap semua

Semua di tangkis dengan begitu cepatnya

Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata

Inilah akhirnya cinta tanpa warna

Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang

Namun kenyataannya

Hanya membanjirkan tetesan air mata

Dan menggoreskan seribu luka

Hingga ku tak mampu bangkit darinya
Detak jantungku bergejolak bersenandung
Tak tau apa yang kurasa dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati ini
Aku mulai beranjak menurutinya
Tak peduli kuterjang rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa warna
Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit darinya
- See more at: http://www.gen22.net/2013/09/kumpulan-puisi-cinta-bertepuk-sebelah.html#sthash.W2QUgSwZ.dpuf

Detak jantungku bergejolak bersenandung
Tak tau apa yang kurasa dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati ini
Aku mulai beranjak menurutinya
Tak peduli kuterjang rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa warna
Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit darinya
- See more at: http://www.gen22.net/2013/09/kumpulan-puisi-cinta-bertepuk-sebelah.html#sthash.W2QUgSwZ.dpuf

Aku melihatmu dari belakang.

Semenjak engkau pergi hingga kini

Sampai mata yg selalu melihat kilauanmu ini,sudah terbuka
juta’an kali di embun pagi

Aku masih tak bisa redupkan kontrasmu dari nurani hati..

Bayangmu masih lembabkan setiap ruang hampa syair cinta ini,

Teruslah berjalan,.

Biarkan aku disini, sendiri

Menyalin setiap pergerakanmu, Tuan

Tak usah kau hiraukan

Aku tak apa..

Aku hanya ingin hayati dongeng yg pernah ada diantara kita…

Wednesday, January 15, 2014

Kamu adalah apa yang selalu aku tulis, Tapi aku adalah apa yang tak pernah kamu baca.

 Selamat malam kamu yang entah mengapa semakin hari semakin terasa jauh.
harus ku mulai darimana lagi? aku kehabisan kata-kata. Namun yakin lah... semua tulisan-tulisan patah hati yang kutulis ini hanya untukmu.
Ingin ku berhenti memikirkanmu,berhenti berangan-angan tentang "KITA"
namun otakku tak mampu berhenti menginginkan kamu

 Sanggupkah kau rasakan rasa rinduku?
Mampukah kau hapuskan air mataku ketika rasa rindu karena mu,mulai menggelayut difikiranku?
Kelihatannya tidak.. Sama seperti topik tulisan-tulisan ku yang ku tulis untuk mu sebelumnya
Jatuh cinta diam-diam ; Menyakitkan.
Padahal ada seseorang yang mencintaiku dengan sepenuh hati,Namun mengapa rasa ini tak untuknya saja? ntahlah..........!

 22:22 saat dimana aku benar-benar sedang memikirkanmu. Aku melihatmu, namun aku tak berani menyentuhmu...
Menyapa mu begitu aku inginkan sejak lama, namun mengapa aku tak memiliki keberanian itu?
Sempat aku mencoba mengetik sebuah pesan singkat untukmu, untuk menyapamu.. namun tiba-tiba jantungku berdebar kencang,ujung-ujung tanganku terasa lebih dingin,lalu ku hapus kembali pesan itu.
Aku terlalu takut tak kau hiraukan,aku terlalu takut kau kan membuang pandanganmu ke arah lain (seolah tak ada aku).

 Sekarang pengharapanku yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, kini telah semakin menjauh.
Namun apakah ku harus merelakan mu? aku tak mungkin terus memimpikan mu, sedangkan kenyataannya aku tak pernah ada di pelupuk matamu. Mustahil bagiku mengharapkan sosokku ikut hadir di mimpi-mimpi indah mu.

Keberadaan ku saja tak pernah kau gubris! Apakah kau pernah merindukan ku?
Ku sisakan satu pertanyaan kepada Tuhan..
Dapatkah kau tersenyum padaku? Meski itu bukan cinta .

Monday, January 13, 2014

Sebut saja dia Pengagum rahasia mu

Untuk kamu yang selalu menjadi buah bibirku,yang selalu menjadi objek dalam fikiranku,yang selalu ada disetiap hari-hariku meski hanya sebatas bayanganmu. Hampir setiap hari aku memikirkanmu,setiap hari pula aku memperhatikanmu, Meski aku berlagak seperti tak lagi memperdulikanmu,namun disetiap hari-hariku selalu kehadiranmu yang aku tunggu.
Setiap frasa demi frasa,kutuliskan hanya untukmu.

Ntah harus darimana ku mulai, ntah sejak kapan rasa itu tumbuh dan semakin dalam.. aku jatuh cinta kepadamu meski aku sadar aku telah jatuh cinta diam-diam.
Mengenai kesedihanku yang selalu aku lebih-lebihkan itu,seharusnya tak ku lakukan,harusnya aku bersikap leih dewasa, lebih mengerti apa maksud dari tindakan mu sejak hari dimana kau meninggalkan ku, harusnya aku mengerti mengapa Tuhan membiarkanmu pergi, karena Tuhan ingin memberikan seseorang yang "mungkin" biasa lebih memahami ku.

Tapi ku tikam sendiri hatiku hingga jiwa dan hatiku mati,mati rasa dalam hal menerima dan mencintai, aku tak mampu lagi untuk berpindah kelain hati, kaki ku mulai membeku,hatiku mulai tak mampu merasa,begitu juga perasaanku (mereka sudah mati).
Aku masih sering sengaja menyimpan foto-foto darimu,meski kamu tak tau. Kutatap satu persatu,ku lihat mata itu,kulihat senyum itu, mata yang indah,senyum yang manis yang dulu sempat aku miliki.
Kedua matamu yang pernah menatap tajam ke arah mataku, senyuman yang pernah terlempar dihadapanku, terasa semakin indah setelah tak lagi menjadi milikku.

Ya....pertemuan tak pernah bermusuhan dengan perpisahan, entah kapan itu terjadi,namun benar adanya jika setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Setelah kau tak lagi milikku, aku hanya bisa menatap mata dan senyum indahmu dari kejauhan,merindukanmu dalam sunyinya malam,menikmati kenangan bersamamu bersama air mata.

 Kepalaku sudah terasa berat,karena dipenuhi bayang-bayang tentangmu , ingin ku gapai namun tak dapat, ingin ku buang namun tak mampu.
Kini hatimu tak lagi untukku,kini mimpimu tak lagi tentangku, namun hatiku tetap untukmu, dan mimpiku selalu tentangmu.
Meski aku tak mampu ungkapkan bahwa aku merindukanmu,meski aku tak berani memulai perbincangan kepadamu,setidaknya menjadi pengaggum rahasiamu saja,sudah cukup bagiku.
Meski harus sesak tertindih rasa cinta,dan rasa rindu yang tak terbalas :')