Semenjak engkau pergi hingga kini
Sampai mata yg selalu melihat
kilauanmu ini,sudah terbuka
juta’an kali di embun pagi
Aku masih tak
bisa redupkan kontrasmu dari nurani hati..
Bayangmu masih lembabkan
setiap ruang hampa syair cinta ini,
Teruslah berjalan,.
Biarkan aku
disini, sendiri
Menyalin setiap pergerakanmu, Tuan
Tak usah kau
hiraukan
Aku tak apa..
Aku hanya ingin hayati dongeng yg pernah ada diantara kita…
No comments:
Post a Comment