rasa yg tiba tiba menghampiriku tanpa ku sadari …
Dengan bayanganya yg selalu menghampiri ku setiap saat …
Dengan rasa yg tanpa aku ketahui …
Rasa ini semakin menjadi puing puing,dengan kepastian rasa yg kurasakan …
Tak mampu aku pendam lama lama
kata hatiku menjadi puisi ..
Hanya ingin memastikanya apa dia jatuh cinta padaku apa tidak ..
Namun cinta ku rasa hanya seperti angin berlalu ..
Cinta yg begitu dalam kurasakan,sehingga aku menjadi pupus untuk merasakan semua cinta yg begitu pahit ..
Saat jatuh cinta padanya,seakan gerak gerik ku menjadi kemayu,perlahan lahan malu untuk menatapnya
Detak jantungku bergejolak bersenandung
Tak tau apa yang kurasa dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati ini
Aku mulai beranjak menurutinya
Tak peduli kuterjang rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa warna
Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit darinya
Detak jantungku bergejolak
bersenandung
Tak tau apa yang kurasa
dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati
ini
Aku mulai beranjak
menurutinya
Tak peduli kuterjang
rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang
yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan
begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya
bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa
warna
Tanpa sebuah irama yang
harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan
air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit
darinya
- See more at: http://www.gen22.net/2013/09/kumpulan-puisi-cinta-bertepuk-sebelah.html#sthash.W2QUgSwZ.dpuf
Detak jantungku bergejolak
bersenandung
Tak tau apa yang kurasa
dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati
ini
Aku mulai beranjak
menurutinya
Tak peduli kuterjang
rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang
yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan
begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya
bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa
warna
Tanpa sebuah irama yang
harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan
air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit
darinya
- See more at: http://www.gen22.net/2013/09/kumpulan-puisi-cinta-bertepuk-sebelah.html#sthash.W2QUgSwZ.dpuf