Monday, January 20, 2014

Cintaku enggan menepukkan kedua tangannya

Ntah apa yg kurasakan saat ini

rasa yg tiba tiba menghampiriku tanpa ku sadari …

Dengan bayanganya yg selalu menghampiri ku setiap saat …

Dengan rasa yg tanpa aku ketahui …

Rasa ini semakin menjadi puing puing,dengan kepastian rasa yg kurasakan …

Tak mampu aku pendam lama lama

kata hatiku menjadi puisi ..

Hanya ingin memastikanya apa dia jatuh cinta padaku apa tidak ..

Namun cinta ku rasa hanya seperti angin berlalu ..

Cinta yg begitu dalam kurasakan,sehingga aku menjadi pupus untuk merasakan semua cinta yg begitu pahit ..

Saat jatuh cinta padanya,seakan gerak gerik ku menjadi kemayu,perlahan lahan malu untuk menatapnya

Detak jantungku bergejolak bersenandung

Tak tau apa yang kurasa dalam hati

Kucoba kuturuti kata hati ini

Aku mulai beranjak menurutinya

Tak peduli kuterjang rimbunan halangan

Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya

Namun apa daya

Saat ku ungkap semua

Semua di tangkis dengan begitu cepatnya

Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata

Inilah akhirnya cinta tanpa warna

Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang

Namun kenyataannya

Hanya membanjirkan tetesan air mata

Dan menggoreskan seribu luka

Hingga ku tak mampu bangkit darinya
Detak jantungku bergejolak bersenandung
Tak tau apa yang kurasa dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati ini
Aku mulai beranjak menurutinya
Tak peduli kuterjang rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa warna
Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit darinya
- See more at: http://www.gen22.net/2013/09/kumpulan-puisi-cinta-bertepuk-sebelah.html#sthash.W2QUgSwZ.dpuf

Detak jantungku bergejolak bersenandung
Tak tau apa yang kurasa dalam hati
Kucoba kuturuti kata hati ini
Aku mulai beranjak menurutinya
Tak peduli kuterjang rimbunan halangan
Ku menerpa menangkap bintang yang bercahaya
Namun apa daya
Saat ku ungkap semua
Semua di tangkis dengan begitu cepatnya
Baru kusadar ternyata hanya bertepuk sebelah tangan semata
Inilah akhirnya cinta tanpa warna
Tanpa sebuah irama yang harusnya selalu berdendang
Namun kenyataannya
Hanya membanjirkan tetesan air mata
Dan menggoreskan seribu luka
Hingga ku tak mampu bangkit darinya
- See more at: http://www.gen22.net/2013/09/kumpulan-puisi-cinta-bertepuk-sebelah.html#sthash.W2QUgSwZ.dpuf

No comments:

Post a Comment